Climate change dan "batas akhir" bumi

2# Cup of Tea ☕

Kerasa gak sih makin sini suhu bumi makin panas aja? Kayak, even malem malem aja tuh sering banget aku ngerasa kegerahan. Padahal aku tinggal di Bandung yang katanya punya udara adem.

Nah, ternyata bener aja nih, dikutip dari Katadata.co.id,
Menurut National Aeronautics and Space Administration (NASA), suhu permukaan bumi pada tahun 2021 telah meningkat 0,85 °C dibanding suhu rata-rata tahunan selama periode 1951-1980.

Setelah tau dampak global warming.. wah parah sih, dulu aku selalu denial dengan berita berita gini. Dan ya gak peduli aja~ sekarang kerasa banget nyesel dan kuatir gimana nasib beberapa tahun ke depan.

Terus apa sih penyebab dari semua ini? Perubahan ini tuh sebenernya bersifat alami, cuma nih cumaaa since tahun 1800-an ulah manusia mulai jadi pendorong utamanya. Nah loh kan. Terutama dari pembakaran bahan bakar fosil (seperti batu bara, minyak, dan gas) yang menghasilkan gas yang memerangkap panas. Penyebab lainnya ada emisi gas kendaraan bermotor, polusi gas metana (berasal dari foodwaste; sampah sisa makanan, hasil kebun, hasil tani, dll), berkurangnya lahan hutan, sampah plastik, penggunaan AC, daan masih banyak lagii. Liat deh, itu semua tuh lekat banget, kan, sama kehidupan kita. Kalo gak dari sekarang kita gak ngubah pola hidup, siap-siap aja sama dampak climate change (perubahan iklim) yang lebih ngeri lagi. Kemungkinan terburuknya ya bumi musnah. Hehe. Gimana, udah merinding belum?  

Tapi ini nyata loh ya, bahkan salah satu bangunan di New York masang yang namanya "Climate Clock". 

(Source: 
GETTY IMAGES, Forbes.com)

Itu tuh kayak jam hitung mundur dari "batas akhir bumi". Batas akhirnya itu perkiraan waktu kritis dari para ilmuwan untuk mencapai nol emisi. Deadline-nya akan bertambah kalo kita bisa mengurangi emisi dan mencegah perubahan iklim. Info lebih lengkap tentang Climate Clock bisa kalian baca baca dari laman ini yaa https://climateclock.world/

Hal-hal yang akan terjadi kalo kita membiarkan perubahan iklim terjadi, diantaranya:

1. Mencairnya lapisan es di kutub Utara dan Selatan yang mengakibatkan naiknya permukaan air laut.

2. Peningkatan permukaan air laut akan menyebabkan tenggelamnya daerah pesisir dan pulau-pulau kecil.

3. Pergeseran musim:

  • Musim kemarau akan berlangsung lama yang mengakibatkan kekeringan sehingga potensi kebakaran meningkat;

  • Musim hujan akan berlangsung cepat dengan kecenderungan intensitas curah hujan yang lebih tinggi sehingga mengakibatkan banjir dan tanah longsor.

4. Terjadinya krisis persediaan makanan karena tingginya potensi gagal panen dan krisis air bersih.

5. Meluasnya penyebaran penyakit tropis (malaria, demam berdarah dan diare).

6. Hilangnya jutaan spesies flora dan founa karena tidak dapat beradaptasi dengan perubahan suhu di bumi.


Duuh ngeri banget kaan, kalo bahas yang gini gini tuh bawaannya anxiety gak sih 😣😰 biar gak banyak cemas yuk kita benerin pola hidup dari sekarang! Gimana caranya? Tungguin tulisan aku di Sajian Teh selanjutnya yaa! 


See you when I see youuuu... 🥨


Comments