Konsep AIDA dalam dunia marketing
12# Cup of Tea ☕
Hai hai! How was your day? Semoga baik baik ya.. kita udah di sajian teh ke dua belas aja, nih. Kita bahas konsep yang dipakai di dalam dunia marketing bareng-bareng, yuk! Namanya konsep AIDA yaitu singkatan dari Attention, Interest, Desire, and Action. Ok, here we go~
(Source: Unsplash.com)
Dilansir dari Populix.co,
Konsep AIDA dicetuskan oleh Elias St. Elmo Lewis di tahun 1898, ia percaya bahwa sebuah teknik pemasaran harus mampu menciptakan sebuah ketertarikan atau menarik minat target konsumen. Minat konsumen terhadap suatu produk juga harus dipertahankan sehingga terciptalah hasrat dan muncul tindakan untuk membeli produk tersebut. Maka bisa didefinisikan bahwa AIDA adalah teknik pemasaran yang memperhatikan setiap tahapan kognitif seseorang sebelum memutuskan unuk membeli barang atau menggunakan jasa.
Konsep AIDA dapat dikatakan sukses menarik pelanggan karena di dalamnya tidak hanya meminta atau mengajak konsumen untuk membeli secara langsung. Melainkan menggunakan pendekatan melalui pola pikir, sehingga kita dapat mengetahui apa saja yang dilalui oleh calon konsumen dan dapat mengidentifikasi kebutuhan untuk mencapai target di setip tahapannya.
Lalu bagaimana penerapan konsep AIDA di dalam dunia marketing? Berikut adalah penjelasannya ✨
1. A for Attention
Tahapan pertama yaitu menarik perhatian target konsumen. Attention adalah tahap yang krusial karena apabila di tahapan ini gagal maka tahapan berikutnya tidak akan terjadi. Hal yang bisa dilakukan agar bisa menarik perhatian konsumen adalah menciptakan promosi yang menarik dengan menyajikan keunikan dan keistimewaan dari produk. Di era digital bisa juga kita manfaatkan jasa influencer/selebgram untuk mengenalkan produk secara meluas.
2. I for Interest
Tahapan kedua yaitu memunculkan minat konsumen terhadap produk. Di tahap ini kita dapat menyajikan keunggulan dari produk yang ditawarkan. Namun harus tetap seimbang dalam memperhatikan target konsumen dan menonjolkan kelebihan produk. Karena apabila keliru kita bisa saja kehilangan minat konsumen.
3. D for Desire
Tahapan ketiga yaitu memunculkan keinginan konsumen untuk memiliki suatu produk. Jika sudah adda di tahap ini maka kemungkinan besar konsumen sudah benar-benar tertarik dengan produknya. Yang perlu diperhatikan adalah emosi konsumen. Lakukan pendekatan secara emosional karena tidak hanya karena kebutuhan konsumen membeli produk bisa juga karena adanya dorongan emosional.
4. A for Action
Tahapan terakhir adalah aksi, di mana konsumen pada akhirnya mengambil keputusan untuk membeli produk yang ditawarkan. Tahap ini adalah indikator penentu keberhasilan tahapan lainnya. Yang harus diperhatikan adalah bagaimana caranya agar tahapan action menjadi tindakan pembelian yang berulang tidak hanya terjadi satu kali. Maka kita harus selalu melakukan evaluasi dari tiap tahapannya.
Konsep AIDA bisa kita implementasikan dalam strategi pemasaran namun tetap ada kelebihan dan kekurangannya. Hal itu bisa kita siasati dengan mengkombinasikan dengan strategi merketing lainnya sehingga hasilnya akan lebih optimal.
Ok, that's all about AIDA's concept, hope you guys enjoy it. And our meet ends here, see you tomorrow. Have a good day 🥨

Comments
Post a Comment