Tipe-tipe loyalitas customer check!

10# Cup of Tea ☕

Hai hai! Finally we reached the 10th tea dish, yippie~ potong tumpeng gak nie? 😏😄 nggak yah, nanti lagi deh kalo udah di sajian ke-100 yaa (kalo kesampean). Kali ini aku akan berbagi tentang tipe-tipe loyalitas customer. Langsung aja ya tanpa babibu wasweswos kita mulai! 

(Source: Unsplash.com)

Loyalitas customer mempunyai peranan penting dalam kelangsungan usaha bagi semua bidang. Pelanggan yang mempunyai loyalitas terhadap suatu merek atau produk secara otomatis akan setia menggunakan produk tersebut. 

Lalu apa sih loyalitas customer (pelanggan) itu? Menurut Tjiptono (2000), loyalitas pelanggan adalah komitmen pelanggan terhadap suatu merk, toko, atau pemasok berdasarkan sifat yang sangat positif dalam pembelian jangka panjang. Sedangkan menurut Kotler (2001), kesetiaan konsumen terhadap suatu merek merupakan salah satu aset karena untuk membangun loyalitas pelanggan membutuhkan waktu yang sangat lama sehingga loyalitas mempunyai harga yang mahal. 

Nah ini yang ditunggu-tunggu, tipe-tipe loyalitas customer check! Katanya, ada empat tipe loyalitas customer menurut Griffin (2003), let's check it out! 

1. No loyalty 
Gak ada sikap loyal sama sekali. Hal ini tercipta dari rendahnya level ikatan emosional konsumen pada suatu produk sehingga tingkat ketertarikan pada suatu produk juga sangat rendah. Jadi ya intinya si customer udah gak minat sama produknya dari awal, dan yang gini-gini sama perusahaan pasti dihindari juga karena jangan harap jadi pelanggan loyal yang ada mah malah bisa-bisa merugikan. 

2. Inertia loyalty 
Kalo yang tipe ini, dia mengonsumsi suatu produk tuh ya cuma karena kebiasaan aja. Gak ada alesan yang kuat gitu loh. Cuma dipengaruhi oleh faktor situasional dan gak ada influence yang ngedukung mereka untuk beli suatu produk itu. Contohnya orang yang beli makan di suatu restoran karena sekalian lewat aja. Jadi ya mau berharap apa, pasti bakal ke-skip kita. Maka yang bisa dilakukan untuk bikin pelanggan tipe gini jadi loyal ya dengan cara meningkatkan frekuensi kedekatannya pada pelanggan, serta membuat diferensiasi produk/jasa yang positif. 

3. Latent loyalty 
Pada tipe ini, udah kebentuk ikatan emosional yang tinggi, tapi untuk repeat order itu masih agak rendah kemungkinannya. Karena lebih terpengaruhi dengan faktor situasional dibanding kesadaran sikap. In case, misalnya recommend temen dalam menggunakan produk A bikin kita yang asalnya mau produk B jadi ganti ngikut beli produk A. 

4. Premium loyalty
Ini nih puncaknya. Di tipe ini, pelanggan udah di tahap bangga dan puas dengan suatu produk/jasa. Nah dari tipe-tipe customer ini peluang bangeett.. karena mereka gak segan-segan untuk berbagi informasi tentang produk/jasa yang memuaskan mereka. Hal itu tentu bisa banyak memberi keuntungan untuk perusahaan kan! 

Udah deh segitu xD intinya, membangun loyalitas customer tuh hal yang penting juga yaa.. hal itu bisa kita optimalkan dengan memaksimalkan kualitas produk/jasa, pelayanan yang prima, dan menghindari hal-hal yang sekiranya akan kurang disukai oleh konsumen. 

Ok, that's all for today, semoga bermanfaat yaa! Have a good day 🥨

Comments