Visual merchandising sebagai strategi pemasaran bisnis ritel

11# Cup of Tea ☕

Hai hai! Welcome back with me ✌ Di sajian teh kali ini aku akan berbagi tentang strategi pemasaran bisnis ritel melalui visual merchandising. 

(Source: Unsplash.com)

First thing first, kita harus tau dulu apa sih definisi dari visual merchandising? Jadi, dikutip dari Jurnal.idvisual merchandising adalah proses menampilkan produk ritel agar dapat dijangkau pelanggan dengan cepat, bisa ditampilkan atau dipajang secara jelas, dan menciptakan kemudahan lainnya bagi pelanggan dalam mendapatkan kebutuhan mereka. 

Penataan produk yang pas dan nyaman dilihat akan menimbulkan rasa ketertarikan pada konsumen. Sehingga konsumen betah berlama-lama, dan menimbulkan rasa ingin memiliki barang-barang yang dijual. Berikut ini adalah hal-hal yang bisa diterapkan oleh para pelaku bisnis ritel agar visual merchandising menjadi strategi pemasaran yang optimal.

Buat daftar produk berdasarkan kategori dan tingkat prioritas
Sebelum disusun buat terlebih dahulu daftar produk berdasarkan kategorinya. Atau istilahnya adalah planogram. Kenapa harus disusun berdasarkan kategori? Ya se-simple biar enak dilihat, dan memudahkan konsumen dalam mencari suatu produk. Ada pula strategi penyusunan berdasarkan tingkat prioritas atau tingkat kelarisan suatu produk. Misalnya, produk best seller ditaruh di rak yang strategis dan mudah terlihat oleh konsumen. 

Perhatikan desain ruangan penataan produk
Ruangan juga akan memengaruhi tampilan suatu penataan produk. Maka yang harus dilakukan adalah membuat rancangan tempat untuk masing-masing kategori produk. Jangan sampai produk makanan nyasar ada di kawasan produk sabun pembersih. Atau bisa juga membuat rancangan visual merchandising dengan mengubah suasanan ruangan sesuai dengan produk-produk yang dijual. Misalnya, merancang ruangan seperti kamar tidur untuk penataan produk-produk yang ada di kamar (kasur, lampu tidur, meja belajar, etc). 

Atur posisi penataan dengan benar 
Posisi penataan suatu produk pasti akan berbeda di tiap kategorinya. Maka jangan sampai kita salah memosisikan suatu produk. Karena hal ini akan memengaruhi kenyamanan pelanggan. Bagaimana penataan yang sesuai itu? Misal, untuk penyusunan produk makanan kemasan sudah selayaknya disusun berjejer baik itu secara vertikal/horizontal. Tetapi penyusunan barang secara berjejer akan dirasa kurang pas apabila digunakan untuk penataan produk handphone. Ngerti kan apa maksudku :D 

Visual merchandising = presentasi produk/usaha kamu! 
Layaknya sebuah presentasi, akan lebih menarik ketika disajikan secara menarik, kreatif, dan tidak membosankan. Maka hal yang sama juga berlaku pada visual merchandising. Karena visual merchandising secara tidak langsung menjadi presentasi produk/usaha milik kita. Jadikan konsumen terpana dengan presentasi yang kita sajikan melalui visual merchandising. Buatlah perpaduan desain ruangan, kombinasi warna, dan hal lainnya dengan ciamik. 

Ciptakan user experience bagi pelanggan
Beri pengalaman yang terbaik bagi pelanggan yang mendatangi toko kita. Hal ini bisa diwujudkan dengan cara, se-simple memberikan pelayanan yang ramah, menjaga kebersihan toko, pakai pengharum ruangan, penyejuk udara, pokonya ciptakan kenyamanan bagi pelanggan. It's bare minimum but your customer will appreciate it. Apalagi kalo ditambah pelayanan seperti percobaan produk, penawaran promo, dan lain lain., itu akan memberikan sedikitnya pengalaman istimewa yang bikin pengunjung ingin balik lagi.

Wow, asik juga ya bahas ginian. Kita jadi tau strategi-strategi di balik pertokoan (supermarket, minimarket, etc) yang sering kita kunjungi. Dan selama ini kita emang ngerasain kenyamanan yang mereka sajikan untuk kita sebagai konsumennya kan?

Siapa yang abis baca gini jadi halu suatu saat bisa punya toko ritel modern? Aku 😄 aamiin dulu aja, who knows kan? Hehe, udah yaa sampai sini pertemuan kita, semoga bermanfaat. Have a good day and see you 🥨

Comments