Money (don't jiggle jiggle) πΈ
30# Cup of Tea ☕
- Nilai nominal itu nilai yang tertera pada uang. Misalnya di selembar uang tertuliss angka '5000', itu artinya nilai nominal uang itu lima ribu (rupiah).
- Nilai intrinsik adalah nilai sebenarnya yang terkandung dalam benda yang digunakan dalam pembuatan uang tersebut. Misalnya dalam satu lembar uang itu membutuhkan biaya pembuatan sebesar Rp6.000, yaudah nilai intrinsik uang itu berarti Rp6.000, sekalipun uangnya Rp50.000, itu bisa aja.
- Nilai riil adalah nilai uang yang diukur dari jumlah barang atau jasa yang dapat diperoleh dengan uang tersebut. Misalnya dengan uang Rp10.000 kita bisa dapet seporsi cilok kuah, maka nilai riil uang Rp10.000 adalah seporsi cilok, like that.
Fiat standard adalah standar yang didasarkan pada ketentuan bahwa uang yang beredar nilainya jauh lebih tinggi daripada nilai intrinsiknya. Sedangkan uangnya disebut sebagai uang fiat.
Lalu gimana sih suatu benda dapat dikategorikan sebagai uang? Siapa tau mau bikin percetakan uang sendiri gitu kan π becanda ya, mana ada. Tapi ini ada beberapa syarat yang harus dipenuhi dan diterima secara umum. Syarat-syarat tersebut adalah sebagai berikut.
a) Diterima secara umum (acceptability), yaitu penggunaannya dapat diterima oleh semua orang baik
sebagai alat tukar, penimbun kekayaan, maupun pembayaran utang. Jadi gabisa yah kita ngaku-ngaku
kaya karena nimbun uang monopoli di rumah.
b) Nilainya stabil (stability of value), nilainya harus stabil. Karena kalo nilai mata uang suatu negara
berfluktuasi tajam maka masyarakat pun akan menolak menggunakannya sebagai alat tukar. Jadinya
mengurangi fungsi uang sebagai alat tukar dan satuan hitung.
c) Mudah disimpan (storable), ini ya kayak uang-uang yang beredar aja. Bentuknya sebisa mungkin
simple, fleksibel untuk disimpan. Ga terlalu besar jadi bisa dilipat dan disimpan ditempat yang
nyaman. Kebayang gak si kalo ada uang segede pintu? (mulai ngaco deh)
d) Mudah dibawa (portability), berhubung kemana-mana kita pasti butuh duit, jadi ya yang namanya
'uang' harus gampang dibawa kemana pun kita pergi. Kayak hati aja gitu, bedanya kalo bawa-bawa
hati kadang ujungnya baper deh.
e) Tahan lama/tidak mudah rusak (durability), sebisa mungkin kualitas fisik uang tuh harus baik.
Buktinya aja uang yang ketinggalan di saku sampe kecuci sampe kering lagi masih aman-aman aja.
Dan ini tergantung kita juga ya, baiknya hindari nabung uang kertas di penyimpanan yang gak
proper. Nanti khawatir uangnya lapuk dimakan rayap. Habis sia-sia deh itu uang.
f) Mudah dibagi (divisibility), maksudnya ada banyak pecahan nominalnya gitu. Makanya kenapa ada
istilah "nuker uang", maksudnya uang selembar Rp100.000 dipecah jadi 2 lembar uang Rp50.000.
Nggak jadi selembar Rp100.000 kita potong bagi dua gitu ye malih.
g) Tidak mudah dipalsukan (scarcity), uang harus punya ciri-ciri khusus. Biar gak mudah untuk
ditiru. Makanya muncul istilah "dilihat, diraba, diterawang", itu untuk make sure keaslian uang
tersebut.Kerasa beda kan kertas uang dengan kertas biasa?
Comments
Post a Comment