Jenis-jenis display, sebanyak ini...
28# Cup of Tea ☕
Hai hai! Kalian lagi pada ngapain nih sebelum baca tulisanku? *kepo bgt*
Ya, soalnya aku lagi sedih nih. Lagi gabrut nih, alias galau brutal :( duh cian banget deh ya.. Kasian karena tulisan ini harus tetep aku selesain di kala galau melanda. Ah elah apaan deh banyak omong kali.
Kali ini aku mau bahas tentang jenis-jenis display. And unexpectedly.. banyak! Literally banyak, aku nggak nyangka sebanyak ini. Tapi ya emang bener sih semuanya. Tiap jenisnya emang suka kita liat di pertokoan. Nih kalian liat sendiri yaa, check it out~
Jenis-jenis display ✨
1) Theme Settings (Tema Pengaturan)
Dalam satu musim atau peringatan tertentu retailer dapat mendesain dekorasi toko atau
ditetapkan untuk menarik perhatian konsumen. Pihak pengelola toko dapat menggunakan
tema-tema tertentu dalam suatu event atau peringatan untuk menciptakan suatu
atmosphere atau display tertentu. Pihak toko dapat merancang suatu dekorasi atau
meminta karyawannya untuk berpakaian sesuai dengan tema yang berlaku. Misalnya dekorasi ala-ala Islami untuk menyambut bulan Ramadan.
2) Cut cases and dump bins
Nah kalo ini adalah kotak yang digunakan untuk membawa atau membungkus barang-barang yang berukuran
kecil. - Cut cases display dilakukan dengan cara pemajangan barang dengan menumpuk tanpa mengeluarkan produk dari kemasan karton, tetapi hanya memotong setengah kemasan kartonnya sehingga produk dapat terlihat walau disusun menumpuk. Display ini biasanya digunakan untuk minuman / makanan dalam botol dan kaleng.
- Dump bins adalah kotak yang berisi tumpukan barang yang telah diturunkan harganya. Dump bins dapat menciptakan open assortments dengan penanganan yang tidak rapi dan seadanya, keuntungan menciptakan kesan harga murah dan dapat mengurangi biaya display
3) Racks and cases (Pajangan rak dan laci)
Nah, kalo yang ini paling umum dong ya. Semua pasti udah gak asing. Rack itu sendiri mempunyai fungsi utama untuk memajang and meletakkan barang dagangan secara
rapih. Sedangkan case berfungsi untuk memajang barang yang lebih berat atau besar dari pada dirak.
4) Poster, signs, and cards
Nah sedangkan poster dipake untuk iklan. Iklan dapat mendorong barang baru atau diskon khusus untuk barang tertentu.
Tujuannya adalah untuk meningkatkan penjualan barang melalui informasi yang diberikan
konsumen secara menarik dan benar. Daerah belanja yang kurang diminati biasanya
dibuat menarik dengan tampilan tanda-tanda yang sifatnya komunikatif pada konsumen.
5) Assortment Display
Dalam assortment display, barang-barang diatur sedemikian rupa sehingga memberikan banyak pilihan
kepada konsumen. Assortment Display terdiri dari dua macam, yaitu:
- Open Assortment, digunakan untuk mendisplay barang-barang seperti customer goods yang biasanya dipajang di rak-rak terbuka.
- Close Assortment, digunakan untuk mendisplay barang dalam jumlah sedikit, bentuk kecil atau mudah pecah atau mudah rusak.
6) Wall Decoration
Tekstur dinding dapat menimbulkan kesan tertentu pada konsumen dan dapat membuat
dinding terlihat menarik. Pada suatu toko dapat menggunakan dekorasi tembok yang
dikombinasikan dengan poster, warna tembok dan lain sebagainya yang dapat membuat
atmosfer suatu toko lebih menarik. Hal lainnya, ini juga bisa jadi ciri khas gitu loh. Kayak toko A itu biasanya warna cat temboknya pake kombinasi warna ini dan ini. Bahkan gak sadar kita sampe hafal.
7) Ensemble Display
8) Mobile
Mobile merupakan suatu tipe yang dapat bergerak dan pada umumnya diganti, mempunyai tujuan
yang sama dengan poster, sign, dan card tetap lebih menarik untuk dilihat dan lebih
mencolok.
9) Window Display
Window display memajangkan barang-barang, gambar-gambar kartu harga, simbol-simbol dan sebagainya
di bagian depan toko yang di sebut etalase. Dengan demikian calon konsumen yang lewat
di muka toko-toko diharapkan akan tertarik oleh barang-barang tersebut dan ingin masuk
ke dalam toko. Wajah toko akan berubah jika window display diganti.
Fungsi window display ini mempunyai beberapa tujuan sebagai berikut :
a) Untuk menarik perhatian orang-orang yang lewat.
b) Menyatakan kualitas yang baik, atau harga yang murah, sebagai ciri khas dari toko
tersebut.
c) Memancing perhatian terhadap barang-barang istemewa yang dijual toko.
d) Untuk menimbulkan impulse buying (dorongan seketika untuk membeli).
e) Agar menimbulkan daya tarik terhadap keseluruhan suasana toko.
10) Impulse Buying Display
Display ini semacam "pameran" barang di tempat strategis, sering dilalui konsumen dan mudah terlihat. Sehingga harapannya konsumen akan tertarik untuk membeli. Biasanya display ini diletakkan di rak end gondola atau bisa juga di rak display dekat kasir. Iya, yang biasanya ada chupa chups atau kinder joy musuh ibu-ibu itu wkwk. Kebayang kan tempatnya.
11) Merchandise Mix Display
Merchandise mix display adalah pemajangan produk dengan memanfaatkan hubungan komplementer, yaitu memajang
secara berdekatan antara barang yang biasanya digunakan bersama. Misalnya spagety
degan saos; kopi dengan gula; minuman dengan cemilan. Sehingga konsumen akan
tertarik untuk membelinya sekaligus. Ini juga bisa memicu impulse buying konsumen. Asalnya gak rencana beli A eh karena ada di situ ya jadi sekalian haha.
12) Jumble Display
13) Wall Display
Penataan produk di rak dengan posisi menempel di dinding. Biasanya digunakan untuk
produk fashion/aksesoris. Bisa juga digunakan untuk alat elektronik kayak televisi gini. Rak yang digunakan adalah Slat wall rack. Silakan ya yang penasaran lebih lanjut bisa disearch bund, slat wall rack. Mungkin untuk memajang piala penghargaan moment "nice try" dengan crushnya 🙏
*yah, kalo itu sih saya 😔
14) Floor Display
Floor display adalah pemajangan barang dagangan yang disusun langsung di lantai tanpa menggunakan rak
apapun. Floor diplay sering kita lihat pada hypermarket, karena disana memiliki area
yang luas, sehingga display barang di lantai tidak mengganggu arus barang/konsumen. Biasanya ditaruh di tengah-tengah yang menjadi alur yang sering dilewati konsumen. Barang yang didisplay dengan cara ini biasanya beras, atau barang grosiran yang dijual per dus gitu. Pasti suka liat kan?
Selain itu, ada yang perlu diperhatikan, yaitu:
a) Diberi alas palet agar produk paling bawah tidak rusak saat proses pembersihan lantai;
b) Ukuran susunan P x L x T barang yang disusun tidak lebih dari satu meter;
c) Barang yang disusun adalah produk yang sama;
d) Ditempatkan di lokasi yang strategis sehingga mudah dilihat dan tidak mengganggu
arus barang / konsumen;
e) Menambahkan Point of Purchase yang menarik
Yash! Finish. Beneran banyak kan aku bilang. Dan ini kayanya masih belum full keluar semua deh. Masih secara umum banget. Kalo digali lagi nanti tuh ada jenis display untuk tiap kategori produk juga. Kayak jenis display untuk kategori produk fresh. Itu macem-macem juga. Belum lagi untuk kategori fashion. Amazing gak tuh. Bisa-bisa jadi berapa bagian tuh untuk janis display sendiri doang.
Ok, cukup sekian yaa untuk sajian teh kali ini. Semoga menambah wawasan kita semua! Bye, see you next time guys. Have a good day 🥨
Comments
Post a Comment