Tipe-tipe display dalam penataan produk check!
22# Cup of Tea ☕
Hai hai! Happy monday (any days pokonya tergantung kalian liat ini kapan)! Kemaren aku janji kita mau move ke bahasan baru, tapi mau minta maaf dulu sebenernya ini gak baru-baru juga. Karena aku bakal bawa bahasan tentang penataan produk lagi! Haha gapapa lah yaa, langsung aja yugz kita c'mon 🚶
(Source: Unsplash.com)
Jadi, ada 5 tipe display yang digunakan dalam penataan. Penasaran gak sih ada apa aja? ((IYAA, penasaran banget nih kak!!)) Gitu dong wakaka. Ini dia tipe-tipe display yang harus kamu tau;
a. Realistic Setting
Yaitu gambaran suatu ruang dengan menggunakan setting yang nyata, artinya display yang
menirukan keadaan yang sebenarnya, misalnya: interior rumah atau pemandangan
alam.
b. Environmental Selling Setting
Penyajian barang dagangan yang menunjukan suatu campuran berbagai item yang
berkaitan dalam suatu setting yang realistic setting menggambarkan bagaimana dan
dimana barang-barang tersebut sesungguhnya digunakan. Contoh: setting ruang tidur,
lengkap dengan perabot.
c. Semirealistas Setting
Penyajian barang dagangan yang merupakan intisari/pokok, tetapi merupakan
perwakilan dari sejumlah barang dagangan.
d. Fantasi Setting
Merupakan setting display yang tidak realistic atau tidak ada dalam kenyataan. Untuk
tipe display seperti ini memerlukan kreativitas dan imajinasi yang tinggi. Misalnya:
peletakan benda-benda yang tidak umum.
e. Abstract Setting
Tipe display ini, kelihatannya mudah untuk dibuat, tetapi sering menimbulkan
kesulitan. Dalam abstract setting barang dagangan menjadi pendukung dan
peyampaian pesan. Abstract setiing atau arsitektural dikuasai oleh susunan garis dan
bentuk, panel, kubus, silinder, seg tiga, kurva, busur dan lingkaran.
Nah itu dia tipe-tipe display di penataan produk. Selalu yaa, semuanya itu gak ada yang asal. Bener-bener dari penataan produk pun banyak banget loh bund perintilan yang harus dipikirinnya. Kita sebagai konsumen emang jadi targetnya mereka tinggal duduk manis (belanja gak sambil duduk juga sih, umpama aja) liat hasil akhirnya yang kece. At the end, hasilnya yang kece itu bisa mencuri perhatian konsumen dan tertarik deh untuk beli produknya.
Ok, bahasannya kita cukupkan sampai sini dulu ya. Next kita lanjut lagi bahas lebih lanjut tentang ini. Stay tuned ya!! See you soon, guys, have a good day 🥨

Comments
Post a Comment