Threats and obstacles of e-commerce

37# Cup of Tea ☕


Hai hai! Welcome back with me! Kali ini kita mau bahas sesuatu yang masih berkaitan dengan e-commerce. Setelah bahas manfaat e-commerce, biar imbang kali ini kita bahas ancaman dan hambatan dari penggunaan e-commerce. Biar kita lebih objektif dengan mengetahui kelebihan dan kekurangannnya. 
Penasaran apa aja? Let's check it out~

(Source: Unsplash.com)

Jadi dibalik kecanggihan dan kemudahan yang kita rasakan dari keberadaan e-commerce, tentu ada juga ancaman dan hambatannya. Berikut ini adalah ancaman dan hambatan dari penggunaan e-commerce.

Ancaman penggunaan e-commerce
1) Planting 
    Memasukkan sesuatu ke dalam sebuah sistem yang dianggap legal saat ini, tetapi belum tentu legal
    dimasa yang akan datang. Hal ini nantinya akan menimbulkan peluang terjandinya pencurian data.
2) System penetration 
     Yaitu pihak yang berusaha melakukan akses ke sistem komputer yang bukan haknya, lalu bisa
     mengakses dan melakukan segala sesuatu sesuai keinginannya.
3) Communications monitoring
     Kondisi ketika seseorang dapat emantau semua informasi rahasia perusahaan dengan melakukan
     monitoring komunikasi sederhana di sebuah tempat pada jaringan komunikasi.
4) Communications tampering
     Kondisi yang membahayakan kerahasiaan informasi seseorang tanpa melakukan penetrasi, seperti
     mengubah informasi transaksi di tengah jalan atau membuat sistem server palsu yang dapat menipu
     banyak orang untuk memberikan informasi mereka sscara sukarela. 

Hambatan penggunaan e-commerce 
Hambatan dalam pengimplementasian e-commerce dapat disebabkan karena belum terbentuknya tingkat kepercayaan yang tinggi (high trust society) terhadap situs-situs e-commerce yang ada. Nah, berikut ini adalah beberapa penyebab dari rendahnya tingkat kepercayaan tersebut. 
1) Masih marak penipuan yang terjadi dalam kegiatan transaksi online. 
2) Harga yang sudah pasti. Umumnya harga yang ditetapkan di situs online adalah harga yang sudah
    pas tidak ada proses tawar menawar. Buibu yang hobi nawar di pasar agak kurang relate nih sama e
    commerce.
3) Minimnya sumber daya manusia (SDM) yang memahami dan menguasai konsep dan implementasi
    e-commerce secara baik dan benar.
4) Jasa pengiriman yang masih memerlukan banyak pembenahan agar tercipta alur pengiriman barang
    yang lebih efektif dan tidak terlalu lama untuk sampai ke konsumen.

Hmm, gimana gimana? Emang kalo diperjelas gini tuh kesannya jadi serem banget gitu ya. Tapi perlu diingat dari apapun itu bahkan teknologi yang paling canggih akan tetap ada celah kekurangannya, guys. Cause it is man made, no ones perfect. Dan karakter penjahat akan tetap ada. Jadi sekalipun di e-commerce terlihat gak mungkin ada pencopet kayak di pasar, oh belum tentu. Karena pada kenyataannya penipuan-penipuan ada juga. Jadi lebih ke beda caranya aja sih, kejahatannya tetep sama. 

But, don't over worried, guys. Zaman sekarang cyber security juga semakin mantep. Dan yang terpenting seiring majunya teknologi, kita juga jangan kalah harus tetep upgrade diri! Biar gak mudah terbodohi sama hal-hal yang ujung-ujungnya merugikan. So, tetep teliti dan pinter-pinter ya, guys. 

Ok, maybe that's enough, semoga sajian kali ini bermanfaat ya! Sampai jumpa di sajian lainnya, have a good day 🥨


Comments