Jenis-jenis e-commerce

38# Cup of Tea ☕

Hai hai! Ketemu lagi, jangan bosen-bosen ya! (atau sebenernya aku yang bosen nulis mulu? 😣) ngga deng becanda. Emang bangun habit yang baik itu perlu perjuangan. Semangat aja deh yaa untuk kamu apalagi berjuangnya sendiri, hehe. 

Back to the tea! Sajian teh hari ini masih series e-commerce yaa. Sekarang kita bakal bahas jenis jenis dari e-commerce. Whoa, ada pembagiannya lagi ternyata. Mau tau apa aja? Yuk kita simak bareng-bareng.

(Source: Unsplash.com)

Berikut ini adalah beberapa jenis e-commerce. 

a) Business to business (B2B) 
     B2B e-commerce yaitu meliputi semuaa transaksi elektronik yang dilakukan antar perusahaan.
     Umumnya, e-commerce jenis ini dilakukan dengan menggunakan Electronic Data Interchange (EDI)
     dan e-mail dalam proses pembelian barang dan jasa, informasi dan konsultasi, serta pengiriman dan
     permintaan proposal bisnis. Yang mana lebih terstruktur karena sistem EDI merupakan proses
     transfer data dengan format standar yang disetujui dari satu sistem komputer ke yang lainnya.
     Contoh website e-commerce B2B yaitu, Bizzy dan Ralali.

b) Business to Consumer (B2C)
     B2C adalah jenis e-commerce anter perusahaan (penjual) dan konsumen tingkat akhir. Jenis e
     commerce ini adalah jenis yang paling lazim dilakukan karena menyerupai toko retail, tetapi
     bisnisnya dijalankan dalam platform online. Perkembangan jenis e-commerce ini ditandai dengan
     munculnya website serta toko virtual yang menjual berbagai kebutuhan masyarakat dalam jumlah
     banyak. Contoh jenis e-commerce B2C adalah blibli.com, Lazada, JD.ID, dan masih banyak lagi 

c) Consumer to Consumer (C2C) 
     
C2C merupakan jeis e-commerce yang meliputi semua transaksi elektronik antarkonsumen. Yang
     mana seorang konsumen dapat menjual produk kepada konsumen lain, serta dapat membeli produk
     dari konsumen lain pula. Umumnya transaksi dalam jenis e-commerce satu ini dilakukan melalui
     pihak ketiga yang menyediakan platform online berupa marketplace untuk melakukan transaksi
     tersebut. Contoh yang ada saat ini adalah Shopee, Tokopedia, Bukalapak, dan Lamido. Selain itu
     terdapat pula transaksi e-commerce C2C yang dapat dilakukan langsung antarindividu sehingga
     tidak memerlukan marketplace sebagai pihak ketiganya. Contohnya yaitu OLX, Kaskus, bahkan
     Instagram. 

d) Consumer to Business (C2B) 
     C2B adalah kebalikan dari jenis e-commerce B2C. Dalam jenis C2B ini, konsumen menyediakan
     produk atau layanan untuk perusahaan. Hmm, jadi konsumen yang mengajukan lebih dulu gitu ke
     perusahaan. Dan dikatakan konsumen di sini karena berkonotasi 'individu' gitu ya. Ya walaupun at
     the end keliatannya kayak berubah peran, si perusahaan jadi targetnya konsumen. Duh agak rumit ya
     kalo pake kalimat gini. Mau call aja gak biar lebih enak jelasinnya? *sksk
     Ok, di sini contohnya yaitu anggaplah ada seorang software developer, and then dia ini bisa
     menampilkan sebuah demo presentasi mengenai software yang telah dibuatnya dalam sebuah situs,
     let's say Upwork. Nah perannya perusahaan di sini, kalo perusahaannya approve atau suka/tertarik
     dengan software yag tadi didemokan maka perusahaan bisa langsung membeli software tersebut. 

Finish~ udah deh segitu aja jenis--jenis dari e-commerce. Hmm, bahasan kali ini literally singkat tapi padet gitu ya. Actually aku yang nulisnya aja masih agak kureng mahaminnya. But it's ok, kita sama-sama belajar. Semoga sajian kali ini bermanfaat ya, either for me or all of you. See you at another tea dish, everyone. Have a good day 🥨

Comments