ICT for e-payment (with the pros & cons)

 40# Cup of Tea ☕

Hai hai! Selamat datang di sajian teh ke- 40! Kali ini bahasan kita tentang penggunaan ICT dalam e-payment (electronic payment). Langsung aja, check it out! 

(Source: Unsplash.com)

Pengertian E-Payment 
E-Payment atau electronic payment adalah model pembayaran dengan menggunakan akun tabungan melalui jaringan internet atau jaringan elektronik. E-payment menawarkan kenyamanan keoada para penggunanya dalam melakukan transaksi pembayaran karena hanya perlu melakukan transaksi dengan memanfaatkan internet. Tanpa harus bertemu tatap muka dengan orang yang dituju. 

Contoh penerapan e-payment di sekitar kita antara lain ATM, e-money, internet banking, kartu kredit, kartu debit, e-cash, dan e-check. 

E-money adalah uang dalam bentuk elektronik atau nilai uang dari seseorang yang disimpan pada suatu media elektronik berbentuk chip atau sebuah server. Uang elektronik diterbitkan dengan nilai mata uang milik nasabah (pemegang e-money) yang dipindahkan kepada penerbit e-money. 

Mungkin udah cukup familiar juga ya terkait e-payment ini. Keberadaannya udah lumayan banyak di sekitar kita. Contohnya dari mulai jalan tol, hingga ke tiket masuk di gedung/pusat perbelanjaan sudah memakai e-money. QR code juga udah banyak ditemuin untuk pembayaran berbagai hal. Mau split bill juga jadi lebih lebih mudah pakai e-payment. Biar lebih nyaman kita uraikan aja yuk kelebihan beserta kekurangan dari e-payment ini. Berikut adalah uraiannya. 

Kelebihan penggunaan e-payment 

  • Meningkatkan efektivitas dan efisiensi waktu yang digunakan
  • Meminimalisasi kesalahan dalam transaksi pembayaran 
  • Meningkatkan customer loyalty
  • Memberikan rassa aman dalam bertransaksi 
  • Memperkecil resiko terjadinya tindak kriminal karena tidak perlu lagi membawa uang tunai dalam jumlah besar 
  • Dapat dilakukan secara langsung dan tidak perlu mengantre untuk melakukan pembayaran pada beberapa jenis e-payment tertentu
  • Memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam pembayaran 
Kekurangan penggunaan e-payment
  • Membutuhkan koneksi jaringan internet yang stabil 
  • Penggunaan beberapa jenis e-payment belum tesebar secara merata 
  • Ada peluang untu terkena cyber crime
    Seperti yang pernah aku bilang, kita memang tidak pernah lepas dari kejahatan. Dari e-payment pun masih ada celah kejahatannya. Jika kita tidak teliti dan tidak berhati-hati saldo uang elektronik bisa berpindah tangan dan terkuras habis. Atau ada juga modus penipuan seperti pemilik e-payment tiba-tiba harus bertanggung jawab atas transaksi yang tidak pernah dilakukannya. 
Siapa di sini yang udah ngerasain mudahnya transaksi cashless? Menurut aku pribadi juga transaksi cashless itu memudahkan banget. Tapi kita tetep harus sedia uang tunai yaa, karena sebagian besar wilayah di negara kita masih belum sepenuhnya diterapkan transaksi cashless. Oh iya, kita harus selalu waspada juga ya dengan kegiatan-kegiatan yang mencurigakan. Jangan sampai menyerahkan kata sandi/kope pin ke orang yang salah. Hari ini udah marak kejahatan dengan mengelabui kita seolah-olah mereka pihak dari penyedia e-payment/bank. Be careful, guys!

Hmm, sepertinya bahasannya selesai sampai di sini. Di bahasan selanjutnya kita akan bahas jenis-jenis e-payment. Who's excited?? ME ME ME!!! wkwkwk. Ok see you at another tea dish, everyone. Have a good day 🥨

Comments